Cognitive Function Optimization Models as a Health Promotion Effort to Achieve Successful Aging in the Elderly

Penelitian “Model Optimalisasi Fungsi Kognitif Sebagai Upaya Promosi Kesehatan Lansia Guna Mencapai Successful Aging” ini merupakan penelitian yang berhasil diselesaikan oleh tim dosen dari Universitas Pelita Harapan. Terlaksananya penelitian ini dibiayai secara penuh oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Tahun Anggaran 2024. Penelitian yang tergolong dalam riset dasar ini bertujuan untuk mengembangkan strategi promosi kesehatan guna mencegah penurunan kognitif pada populasi lansia di Indonesia.  

Latar Belakang dan Tujuan 

Latar belakang penelitian ini didasari oleh peningkatan populasi lansia secara global yang juga terjadi di Indonesia, yang turut membawa konsekuensi berupa meningkatnya masalah kesehatan terkait proses penuaan, salah satunya adalah penurunan fungsi kognitif. Strategi pencegahan seperti aktivitas fisik, kognitif, dan sosial diyakini dapat mendukung lansia mencapai successful aging. Namun, masih terbatas penelitian di Indonesia yang menguji kombinasi intervensi tertentu, seperti Brain Gym dan aktivitas sosial, dengan mempertimbangkan berbagai faktor pendukung seperti depresi, aktivitas harian, dan keterlibatan sosial. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk melakukan promosi kesehatan sebagai upaya pencegahan penurunan kognitif dengan mempertimbangkan faktor-faktor pendukung lainnya guna mencapai successful aging pada lansia. 

Kegiatan

Penelitian ini dilaksanakan di 10 Posyandu Lansia (Posbindu) di Kelurahan Binong, Tangerang. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain randomized controlled trial. Sebanyak 140 lansia beserta 140 anggota keluarganya direkrut dan dibagi secara acak menjadi dua kelompok. Kelompok eksperimen menerima intervensi kombinasi Brain Gym dan music games, sedangkan kelompok kontrol mengikuti program low-impact exercise. Kedua kelompok menjalani 12 kali pertemuan intervensi. Data dikumpulkan pada tiga titik waktu: baseline (T0), setelah 3 bulan intervensi (T1), dan satu bulan pasca-intervensi (T2). Pengukuran dilakukan menggunakan sejumlah instrumen standar seperti HBA-FAQ, DSRS, RUDAS-Ina, IADL, GDS-15, dan Skala Successful Aging untuk menilai berbagai aspek fungsi kognitif, fungsional, dan psikologis partisipan.  

Hasil dan Dampak 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua jenis intervensi memberikan dampak positif. Analisis dalam kelompok (within-group) menemukan perbaikan yang signifikan secara statistik pada beberapa aspek. Baik kelompok intervensi maupun kontrol menunjukkan perbaikan signifikan dalam penilaian demensia (RUDAS-Ina) dan penuaan yang berhasil (SAS) pada bulan ke-3 dan ke-4. Untuk status fungsional (IADL), perbaikan signifikan terlihat pada bulan ke-4 di kedua kelompok. Yang menarik, analisis multivariat mengungkap bahwa peningkatan skor IADL secara signifikan berhubungan dengan intervensi Brain Gym dan music games, serta usia yang lebih tua. Sementara itu, intervensi low-impact exercisepada kelompok kontrol secara signifikan berkontribusi terhadap penurunan gejala depresi (GDS). Secara nyata, kegiatan ini mendapat sambutan positif dari kader dan lansia, yang merasakan manfaat langsung. Luaran konkret penelitian ini adalah terdaftarnya dua Hak Kekayaan Intelektual (HKI) berupa Video Brain Gym dan Video Low Impact Exercise, yang dapat digunakan sebagai media intervensi berkelanjutan. Selain itu, naskah manuskrip penelitian sedang dalam proses finalisasi untuk submit ke jurnal internasional bereputasi.  

Penelitian ini telah memberikan bukti awal mengenai efektivitas intervensi berbasis komunitas dalam mengoptimalkan fungsi kognitif dan kesehatan lansia. Ke depannya, diharapkan hasil penelitian ini tidak hanya berkontribusi pada khazanah ilmu keperawatan dan gerontologi melalui publikasi ilmiah, tetapi juga dapat diadopsi oleh pusat-pusat pelayanan lansia dan pembuat kebijakan kesehatan masyarakat. Pengembangan modul intervensi yang terstandarisasi berdasarkan temuan ini diharapkan dapat diterapkan secara lebih luas untuk mendukung lebih banyak lansia di Indonesia mencapai successful aging dan menikmati kualitas hidup yang lebih baik di masa tuanya.  

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top