
Penelitian yang berjudul “Remaja Sehat Jiwa: Integrasi Harapan, Harga Diri, dan Grit dalam Mencapai Flourishing Ditinjau dari Spiritualitas pada Remaja Korban Bullying” merupakan penelitian yang dibiayai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun Anggaran 2024. Penelitian ini dilaksanakan oleh sebuah tim yang diketuai oleh Krishervina Rani Lidiawati dengan anggota Teguh Lesmana, Rijanto Purbojo, dan Sandra Yu Rueger dari Wheaton College, AS, di bawah koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Pelita Harapan. Fokus penelitian ini adalah untuk mengkaji faktor-faktor psikologis yang dapat mendukung kesejahteraan mental (flourishing) pada remaja yang pernah menjadi korban perilaku perundungan (bullying).
Latar Belakang dan Tujuan
Latar belakang penelitian ini didasari oleh maraknya kasus bullying di Indonesia dan dampak psikologis negatif yang ditimbulkannya terhadap korbannya, khususnya remaja. Gangguan kesehatan mental menjadi ancaman serius yang dapat menghambat perkembangan potensi optimal remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran dari harga diri (self-esteem), harapan (hope), dan ketabahan (grit) dalam mencapai flourishing, dengan mempertimbangkan spiritualitas sebagai faktor mediasi. Tujuannya adalah untuk membangun sebuah model pemahaman tentang bagaimana remaja korban bullying dapat bangkit dan berkembang secara psikologis. Dengan memahami mekanisme ini, diharapkan dapat dikembangkan strategi intervensi yang efektif untuk meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan remaja dalam menghadapi pengalaman traumatis seperti bullying.
Kegiatan
Kegiatan utama penelitian ini meliputi beberapa tahapan. Pertama, tahap persiapan yang mencakup penyusunan instrumen penelitian berupa kuesioner untuk mengukur hope, self-esteem, grit, flourishing, dan spiritualitas. Kedua, tahap pengumpulan data yang dilakukan di wilayah Jabodetabek dengan melibatkan responden remaja korban bullying. Aktivitas pada tahap ini termasuk transportasi lokal untuk pengambilan data dan pemberian kuesioner. Ketiga, tahap analisis data yang memanfaatkan perangkat lunak statistik JASP Versi 18.3. Teknik analisis yang digunakan adalah reliability analysis untuk menguji keandalan alat ukur dan Structural Equation Modeling (SEM) untuk menguji kelayakan model penelitian dan hubungan antar variabel. Seluruh proses penelitian juga didukung oleh kegiatan administrasi yang ditangani oleh pembantu peneliti.
Hasil dan Dampak

Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga diri (self-esteem) dan harapan yang gigih (persevering hope) merupakan prediktor signifikan terhadap flourishing pada remaja korban bullying. Temuan kunci lainnya mengungkap peran penting ketabahan spiritual (spiritual fortitude) yang tidak hanya secara langsung mempengaruhi flourishing, tetapi juga berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan antara harga diri dan flourishing. Hal ini menunjukkan bahwa keyakinan dan praktik spiritual memberikan kerangka makna yang membantu remaja menemukan stabilitas emosional dan ketahanan dalam menghadapi kesulitan.
Dampak langsung dari penelitian ini adalah telah dihasilkannya tiga artikel ilmiah yang telah diterbitkan dalam jurnal internasional terindeks Scopus melampaui target luaran yang ditetapkan, yang meliputi:
- Exploring the Mediating Role of Spiritual Fortitude in the Relationship between Self-Esteem and Flourishing Among Adolescent Victims of Bullying di International Journal of Educational Psychology.
- The Role of Spiritual Fortitude as a Mediator of the Influence of Grit on Flourishing in Adolescent Victims of Bullying di Journal Annals of Psychology.
- From Hope to Flourishing: How Spiritual Fortitude Mediates the Well-being of Adolescents Facing Bullying” di Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi.

Publikasi ini memberikan kontribusi signifikan bagi khazanah ilmu psikologi, khususnya dalam bidang kesejahteraan remaja dan penanganan dampak bullying. Temuan penelitian ini juga menjadi dasar untuk rencana pengembangan modul intervensi yang dapat diimplementasikan di sekolah-sekolah atau komunitas untuk membantu remaja korban bullying.
Secara keseluruhan, penelitian ini telah berhasil mengidentifikasi peran integratif dari harga diri, harapan, grit, dan spiritualitas dalam mendukung flourishing pada remaja korban bullying. Meskipun menghadapi kendala seperti keterbatasan waktu, resistensi responden, dan tantangan kolaborasi internasional, capaian penelitian ini sangat menggembirakan. Ke depannya, tim peneliti berencana untuk memperluas cakupan sampel secara lintas budaya, mempublikasikan temuan lebih lanjut, merancang modul intervensi praktis, serta menyusun rekomendasi kebijakan untuk dunia pendidikan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi landasan bagi upaya-upaya nyata dalam membangun ketahanan mental dan mendukung perkembangan optimal remaja Indonesia, khususnya mereka yang rentan mengalami perundungan.
