Digital Empowerment of Homestays as a Promotional Tool for Sawarna Tourism Village, Lebak Regency

Kegiatan Pemberdayaan Digitalisasi Homestay sebagai Sarana Promosi Desa Wisata Sawarna dilaksanakan sepanjang tahun 2024 oleh tim dosen dan mahasiswa Universitas Pelita Harapan. Program ini didukung melalui pendanaan hibah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Mitra utama kegiatan adalah Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wisata Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.  

Program ini menjawab kebutuhan masyarakat dalam meningkatkan daya saing desa wisata. Pemberdayaan pengelola homestay melalui digitalisasi promosi oleh tim dosen dan mahasiswa Universitas Pelita Harapan dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan penerapan teknologi digital kepada Pokdarwis dan masyarakat di Desa Wisata Sawarna untuk memperluas pasar dan meningkatkan kesejahteraan.  

Latar Belakang dan Tujuan 

Desa Wisata Sawarna memiliki daya tarik berupa pantai, alam pedesaan, dan budaya lokal. Namun, pengelolaan homestay menghadapi kendala yang cukup serius, mulai dari keterbatasan promosi digital, minimnya kemampuan manajemen, hingga infrastruktur yang belum memenuhi standar. Banyak pengelola masih bergantung pada promosi konvensional, sehingga homestay kurang dikenal oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.  

Untuk menjawab tantangan tersebut, program ini bertujuan: 

  1. Meningkatkan keterampilan digital pengelola homestay melalui pelatihan media sosial, website, dan platform reservasi online.  
  2. Memperluas promosi desa wisata, sehingga Sawarna semakin dikenal luas.  
  3. Menguatkan kemandirian ekonomi masyarakat melalui peningkatan pengunjung dan pendapatan homestay.  
  4. Mendorong pariwisata berkelanjutan dengan menekankan aspek ekonomi, sosial-budaya, dan lingkungan.  

Kegiatan 

Kegiatan program ini dirancang dalam beberapa tahap utama, yaitu:  

  1. Sosialisasi sebagai pertemuan awal dengan pengelola homestay dan pemerintah desa untuk membahas tujuan, manfaat, serta rencana kerja.  
  2. Pelatihan materi yang meliputi pemasaran digital, manajemen operasional, pelayanan pelanggan, dan administrasi keuangan. Pengelola diajarkan memanfaatkan Instagram, Facebook, website sederhana, hingga aplikasi Jotform.  
  3. Penerapan teknologi pada peserta dengan mulai mengelola akun media sosial, mendaftarkan homestay di platform reservasi online, serta memproduksi konten foto dan video promosi.  
  4. Pendampingan dan evaluasi yang dilakukan oleh tim untuk monitoring, memberikan bimbingan teknis, serta mengevaluasi hasil implementasi.  
  5. Keberlanjutan dengan membentuk komunitas pengelola homestay lokal sebagai wadah berbagi pengetahuan dan memperkuat jejaring promosi desa wisata.  

Selain itu, program ini juga mendukung penyediaan fasilitas fisik, seperti papan nama homestay, galeri homestay, toilet duduk, serta bahan promosi cetak untuk meningkatkan kenyamanan dan standar pelayanan.  

Hasil dan Dampak 

Program ini membawa capaian yang signifikan, seperti:  

  1. Peningkatan Keterampilan Digital
    Lebih dari 50% pengelola mulai aktif menggunakan media sosial dan platform reservasi online. Mereka mampu menyusun deskripsi promosi, mengunggah konten visual, serta mengelola pemesanan melalui Jotform.  
  2. Kenaikan Jumlah Wisatawan 
    Dalam beberapa bulan setelah digitalisasi promosi, beberapa homestay mencatat peningkatan kunjungan hingga 30%.  
  3. Pertumbuhan Ekonomi Lokal
    Produk lokal seperti sale pisang dan kerajinan semakin diminati wisatawan. Peningkatan kunjungan berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat hingga 15%.  
  4. Kesadaran Lingkungan
    Panduan pariwisata berkelanjutan mendorong praktik ramah lingkungan, termasuk pengelolaan sampah berbasis komunitas yang melibatkan wisatawan.  
  5. Kolaborasi Multipihak
    Program ini mempererat kerja sama antara universitas, pemerintah daerah, Pokdarwis, dan masyarakat dalam strategi promosi terpadu.  
  6. Luaran Akademik
    Hasil kegiatan didiseminasikan melalui artikel ilmiah terindeks, publikasi di media massa, dokumentasi video, serta poster konferensi nasional.

Kegiatan pemberdayaan digitalisasi homestay di Desa Wisata Sawarna membuktikan bahwa pemanfaatan teknologi dapat memperkuat promosi wisata, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjaga kelestarian budaya dan lingkungan. Dukungan pendanaan hibah dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menjadi pondasi penting terlaksananya program ini.  

Harapannya, masyarakat Sawarna dapat terus mengembangkan keterampilan digital, menjaga komitmen pada pariwisata berkelanjutan, serta menjadikan desa wisata sebagai destinasi unggulan yang dikenal luas oleh wisatawan domestik maupun internasional.  

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top