
Kegiatan Pelatihan Pembuatan Baglog Menggunakan Limbah Pertanian untuk Meningkatkan Produksi Jamur Tiram Putih (Pleurotus Ostreatus) dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa Universitas Pelita Harapan pada tahun 2024. Program ini terselenggara berkat pendanaan hibah dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Kegiatan ini berlangsung di Usaha Kecil Menengah (UKM) Oemah Jamur yang berlokasi di Kabupaten Tangerang, dengan melibatkan mitra pelaku usaha jamur, petani, serta masyarakat setempat. Pelatihan dilaksanakan dengan metode tatap muka berupa praktik langsung sehingga peserta dapat menguasai proses pembuatan baglog secara tepat dan berkelanjutan.
Latar Belakang dan Tujuan
Jamur tiram putih merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan pasar yang stabil. Namun, banyak pelaku usaha kecil menghadapi kendala dalam meningkatkan produktivitas karena keterbatasan pengetahuan teknis, biaya bahan baku yang tinggi, serta metode produksi yang belum efisien. Limbah pertanian seperti serbuk gergaji, dedak padi, dan bekatul pada dasarnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku alternatif untuk pembuatan baglog, tetapi pemahaman mengenai teknik pengolahannya masih terbatas.
Melalui pelatihan pembuatan baglog ini, masyarakat dan pelaku usaha dibekali keterampilan untuk memanfaatkan limbah pertanian sebagai media tanaman jamur yang ramah lingkungan, terjangkau, dan efektif. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan teknis pembuatan baglog, mendukung pengembangan usaha jamur tiram putih di tingkat UKM, mengurangi ketergantungan pada bahan baku konvensional, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan limbah pertanian. Dengan demikian, kegiatan ini penting untuk mendorong produktivitas usaha, memperkuat daya saing, serta mendukung konsep pertanian berkelanjutan.
Kegiatan




Pelatihan diselenggarakan pada tahun 2024 di Oemah Jamur Tangerang. Susunan kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai tujuan program dan penjelasan mengenai manfaat penggunaan limbah pertanian sebagai bahan baku baglog. Setelah itu, peserta mendapatkan materi teori terkait jamur tiram putih, siklus hidupnya, serta standar kualitas baglog yang baik.
Tahap inti kegiatan berupa praktik langsung pembuatan baglog dengan memanfaatkan limbah pertanian, mulai dari persiapan bahan baku, pencampuran, pengisian ke dalam plastik, proses sterilisasi, hingga inokulasi bibit jamur. Peserta secara aktif dilibatkan dalam setiap langkah sehingga benar-benar memahami prosedur teknis. Selain itu, pelatihan juga mencakup penjelasan mengenai manajemen usaha jamur tiram, pengendalian hama dan penyakit, serta strategi pemasaran hasil panen.
Pendampingan dilakukan oleh tim pelaksana agar peserta dapat mengajukan pertanyaan sekaligus memperoleh bimbingan langsung selama praktik. Kegiatan ditutup dengan sesi evaluasi melalui tanya jawab dan refleksi, untuk memastikan peserta memahami serta mampu mengaplikasikan keterampilan yang diperoleh.
Hasil dan Dampak


Pelatihan ini memberikan hasil nyata bagi peserta dan mitra UKM Oemah Jamur. Pertama, keterampilan teknis dalam pembuatan baglog meningkat signifikan, terbukti dari keberhasilan peserta memproduksi baglog dengan kualitas sesuai standar. Kedua, penggunaan limbah pertanian sebagai bahan baku memberikan manfaat ekonomi, karena biaya produksi dapat ditekan sehingga margin keuntungan meningkat. Ketiga, dari sisi lingkungan, kegiatan ini berkontribusi pada pengurangan limbah pertanian yang sebelumnya tidak termanfaatkan, sekaligus mendukung praktik ramah lingkungan.
Selain itu, pelatihan mendorong pemberdayaan ekonomi lokal. Peserta, yang sebagian besar merupakan pelaku usaha kecil dan anggota masyarakat sekitar, memperoleh peluang untuk mengembangkan usaha budidaya jamur tiram putih dengan skala yang lebih besar. Dengan meningkatnya produksi, potensi pasar dapat diperluas dan kontribusi terhadap kesejahteraan keluarga semakin nyata.
Dampak lain dari pelatihan ini yaitu terbentuknya jaringan kerja sama yang lebih erat antara perguruan tinggi dan masyarakat. Program ini tidak hanya menghasilkan manfaat praktis berupa keterampilan, tetapi juga luaran akademik berupa publikasi artikel ilmiah, dokumentasi kegiatan, serta materi edukasi yang dapat dijadikan rujukan bagi masyarakat luas.

Kegiatan pelatihan pembuatan baglog menggunakan limbah pertanian di Oemah Jamur Tangerang membuktikan bahwa pemanfaatan teknologi sederhana dapat memberikan dampak yang besar bagi pengembangan usaha kecil. Melalui dukungan pendanaan hibah dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas masyarakat, memperkuat kemandirian ekonomi, serta mendorong pengelolaan limbah pertanian yang lebih bermanfaat.
Keterampilan yang diperoleh peserta melalui pelatihan ini diharapkan dapat diterapkan secara konsisten sehingga produksi jamur tiram putih semakin meningkat. Lebih jauh, kegiatan ini juga dapat menjadi contoh baik bagi daerah lain dalam mengembangkan inovasi berbasis potensi lokal yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia akademik, pelaku usaha, dan masyarakat.
